Biasanya, pada struktur ini menggunakan jenis kalimat deskriptif. 2. Urutan peristiwa. Kemudian, masuk ke bagian urutan peristiwa. Sesuai dengan namanya, bagian ini berisi rekaman peristiwa sejarah yang terjadi dan disusun berdasarkan urutan kronologis. 3. Reorientasi. Struktur teks cerita sejarah yang terakhir, yaitu reorientasi.
Kalimat ini disebut dengan kalimat efektif. Kalimat efektif memiliki lima karakteristik antara lain: a) informasi yang disampaikan dalam kalimat hanya yang pokok-pokok saja, tidak berbelit-belit
Kalimat yang jelas dan baik akan mudah dipahami orang lain secara tepat. Kalimat yang demikian itu disebut dengan kalimat efektif, yang secara tepat dapat mewakili pikiran dan keinginan penulisnya. Dengan kata lain, kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan sesuai dengan yang diharapkan oleh si penulis atau pembicara. 3.
Kata konjungsi kausalitas adalah kata atau frasa yang menghubungkan dua klausa, yang menghubungkannya dalam sebuah kalimat. Beberapa contoh umum konjungsi sebab-akibat adalah “karena”, “sehingga”, dan “sebagai hasilnya”. Jika digunakan secara efektif, kata-kata ini dapat membantu tulisan menjadi lebih terorganisir dan tepat.
PENYUSUNAN KALIMAT BAKU Kalimat baku adalah kalimat yang baik dan lazim digunakan dalam ranah ragam formal. Kalimat yang baik (efektif) adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa, jelas, dan enak dibaca. Syarat dari kalimat efektif itu sendiri yaitu : (1) memiliki kesatuan gagasan, (2) memiliki koherensi, (3) memiliki variasi kalimat, (4
mFPOOJf. Pengertian Struktur Kalimat Struktur kalimat berarti fungsi bagi unsur kalimat itu sendiri. Struktur kalimat tidak selalu berurutan S, P, O, K dan Pelengkap, tapi banyak kalimat yang urutan unsurnya menyimpang dari pola urutan tersebut. Untuk mengetahui fungsi unsur kalimat, perlu kita kenal pengertian dan ciri umum tiap fungsi-fungsi sintaksis itu. A. Subjek Subjek S adalah bagian kalimat yang menunjukkan pelaku, tokoh, sosok benda, sesuatu hal, atau suatu masalah yang menjadi pokok pembicaraan. Subjek pada umumnya diisi oleh jenis kata atau frasa benda nomina, klausa, atau frasa verba. Dalam Kamus Linguistik disebutkan bahwa subjek adalah bagian dari klausa berwujud nomina atau frasa nomina yang menandai apa yang dikatakan oleh pembicara Kridalaksana, 1982 159. Adapun ciri-ciri subjek adalah a. Jawaban atas pertanyaan apa atau siapa Penentuan subyek dapat dilakukan dengan mencari jawaban atas pertanyaan apaatau siapa yang dinyatakan dalam suatu kalimat. Untuk subyek kalimat yang berupa manusia, biasanya digunakan kata tanya siapa. b. Biasanya disertai kata itu, ini, yang dan tersebut sebagai pembatas antara subyek dan predikat c. Didahului kata bahwa Kata bahwa merupakan penanda bahwa unsur yang menyertainya adalah anak kalimat pengisi fungsi subyek. Di samping itu, kata bahwa juga merupakan penanda subyek yang berupa anak kalimat pada kalimat yang menggunakan kataadalah atau ialah. d. Mempunyai keterangan pewatas/atribut yang Kata yang menjadi subyek suatu kalimat dapat diberi keterangan lebih lanjut dengan menggunakan penghubung yang. Keterangan ini dinamakan keterangan pewatas. e. Tidak didahului preposisi Subyek tidak didahului preposisi, seperti dari, dalam, di, ke, kepada, pada. Orang sering memulaikalimat dengan menggunakan kata-kata seperti itu sehingga menyebabkan kalimat-kalimat yang dihasilkan tidak bersubyek. f. Berupa kata benda atau frase kata benda g. Subyek kebanyakan berupa kata benda atau frase kata benda. Di samping kata benda, subyek dapat berupa kata kerja atau kata sifat, biasanya, disertai kata penunjuk itu. B. Predikat Predikat P adalah bagian kalimat yang memberi tahu melakukan tindakan apa atau dalam keadaan bagaimana subjek pelaku, toko, atau benda di dalam suatu kalimat. Selain memberi tahu tindakan atau perbuata subjek, predikat juga dapat menyatakan sifat, situasi, status, ciri, atau jati diri subjek. Termasuk juga sebagai predikat dalam kalimat adalah pernyataan tentang jumlah sesuatu yang dimiliki subjek. Predikat dapat berupa kata atau frasa, sebagian besar berkelas verba atau ajektiva, tetapi dapat pula numeralia, nomina atau frasa nomina. Adapun ciri-ciri predikat adalah a. Jawaban atas pertanyaan mengapa atau bagaimana Dilihat dari segi makna, bagian kalimat yang memberikan informasi atas pertanyaan mengapa atau bagaimana adalah predikat kalimat. Pertanyaansebagai apa atau jadi apa dapat digunakan untuk menentukan predikat yang berupa kata benda penggolong identifikasi. Kata tanya berapa dapat digunakan untuk menentukan predikat yang berupa numeralia kata bilangan atau frase numeralia. b. Kata adalah atau ialah Predikat kalimat dapat berupa kata adalah atau ialah. Predikat itu terutamadigunakan jika subyek kalimat berupa unsur yang panjang sehingga batas antara subyek dan pelengkap tidak jelas. c. Dapat diingkarkan Predikat dalam bahasa Indonesia mempunyai bentuk pengingkaran yangdiwujudkan oleh kata tidak. Bentuk pengingkaran tidak ini digunakan untuk predikat yang berupa kata kerja atau kata sifat. Di samping tidak sebagai penanda predikat, kata bukan juga merupakan penanda predikat yang berupa kata benda atau predikat kata merupakan. d. Dapat disertai kata-kata aspek atau modalitas kalimat yang berupa kata kerja atau kata sifat dapat disertai kata-kata aspek seperti telah, sudah, sedang, belum, dan akan. Kata-kata itu terletak di depan kata kerja atau kata sifat. Kalimat yang subyeknya berupa kata benda bernyawa dapat juga disertai modalitas, kata-kata yang menyatakan sikap pembicara subyek, seperti ingin, hendak, dan mau. e. Unsur pengisi predikat Predikat suatu kalimat dapat berupa 1. Kata, misalnya kata kerja, kata sifat, atau kata benda. 2. Frase, misalnya frase kata kerja, frase kata sifat, frase kata benda, frase numeralia bilangan. C. Obyek Objek O adalah bagian kalimat yang melengkapi P. Objek pada umumnya diisi oleh nomina, frasa nominal, atau klausa. Letak objek selalu dibelakang predikat yang berupa verba transitif, yaitu verba yang menuntut wajib hadirnya objek. Adapun ciri-ciri obyek adalah a. Langsung di belakang predikat Objek hanya memiliki tempat di belakang predikat, tidak pernah mendahului predikat. b. Dapat menjadi subyek kalimat pasif Objek yang hanya terdapat dalam kalimat aktif dapat menjadi subyek dalam kalimat pasif. Perubahan dari aktif ke pasif ditandai dengan perubahan unsur objek dalam kalimat aktif menjadi subyekdalam kalimat pasif yang disertai dengan perubahan bentuk kata kerja predikatnya. c. Tidak didahului preposisi Objek yang selalu menempati posisi di belakang predikat dan tidak didahului preposisi. Dengan kata lain, di antara predikat dan objek tidak dapat disisipkan preposisi. d. Kategori katanya kata benda/ frase kata benda e. Dapat dinganti dengan –nya f. Didahului kata bahwa g. Anak kalimat pengganti kata benda ditandai oleh kata bahwa dan anak kalimat ini dapat menjadi unsur objek dalam kalimat transitif. h. Kebanyakan kata kerja berawalan ber- atau ter- tidak memerlukan objek intransitif i. Kebanyakan kata kerja berawalan me- memerlukan objek transitif. D. Pelengkap Pelengkap Pel atau komplemen adalah bagian kalimat yang melengkapi P. Letak Pel umumnya dibelakang P yang berupa verba. Posisi tersebut juga di tempati O dan jenis kata yang mengikuti Pel dan O juga sama, yaitu dapat berupa nomina, frasa nominal, atau klausa. Namun, antara Pel dan O terdapat perbedaan. Adapun ciri-ciri pelengkap adalah a. Terletak di belakang predikatCiri ini sama dengan objek. Perbedaannya, objek langsung di belakang predikat, sedangkan pelengkap masih dapat disisipi unsur lain, yaitu objek. Contohnya terdapat pada kalimat berikut. Diah mengirimi saya buku baru. Mereka membelikan ayahnya sepeda baru. Unsur kalimat buku baru, sepeda baru di atas berfungsi sebagai pelengkap dan tidak mendahului predikat. b. Tidak didahului preposisi Seperti objek, pelengkap tidak didahului preposisi. Unsur kalimat yang didahului preposisi disebut keterangan. Ciri-ciri unsur keterangan dijelaskan setelah bagian ini. c. Kategori katanya dapat berupa kata benda, kata kerja, atau kata sifat. E. Keterangan Keterangan Ket adalah bagian dari kalimat yang menerangkan berbagai hal mengenai bagian kalimat yang lainnya. Unsur Ket ini dapat menerangkan S, P, O dan Pel. Ket ini memiliki posisi manasuka, atrinya posisi Ket dapat berasa di awal, di tengah atau di akhir Ket adalah frasa nominal, frasa preposional, adverbia, atau klausa. Adapun ciri-ciri keterangan adalah ; 1. Bukan unsur utama bersifat manasuka Berbeda dari subyek, predikat, objek, dan pelengkap, keterangan merupakan unsure tambahan yang kehadirannya dalam struktur dasar kebanyakan tidak bersifat wajib. 2. Dapat dipindah-pindah posisi/letaknya bebas Di dalam kalimat, keterangan merupakan unsur kalimat yang memiliki kebebasan tempat. Keterangan dapat menempati posisi di awal atau akhir kalimat, atau di antara subyek dan predikat. Jika tidak dapat di pindah-pindahkan, maka unsure tersebut tidak termasuk keterangan. 3. Umumnya di dahului oleh kata depan, seperti, di, dari, ke, tentang Kalimat adalah gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir. Kalimat dapat dibagi-bagi lagi berdasarkan jenis dan fungsinya yang akan dijelaskan pada bagian lain. Contohnya seperti kalimat lengkap, kalimat tidak lengkap, kalimat pasif, kalimat perintah, kalimat majemuk, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah contoh kalimat secara umum – Joy Tobing adalah pemenang lomba Indonesian Idol yang pertama. – Pergi! – Bang Napi dihadiahi timah panas oleh polisi yang mabok minuman keras itu. – The Samsons sedang konser tunggal di pinggir pantai ancol yang sejuk dan indah. Setiap kalimat memiliki unsur penyusun kalimat. Gabungan dari unsur-unsur kalimat akan membentuk kalimat yang mengandung arti. Pengertian Struktur Kalimat
Syarat Kalimat Efektif – Pada saat Kamu membaca atau menyimak sesuatu hal, apa Kamu pernah menjumpai bacaan atau pembicaraan yang bertele-tele? Tentu kedua hal tersebut tidak mudah dipahami. Nah, bacaan atau pembicaraan yang panjang dan bertele-tele tersebut dapat dikatakan dikatakan memiliki kalimat yang tidak efektif. Orang yang suka menyampaikan sesuatu dengan bertele-tele tersebut biasanya ingin terlihat menawan. Namun, pada dasarnya kalimat yang dibuat dengan tidak efektif bisa menghambat proses pemahaman, malah cenderung membingungkan. Nah, pada artikel kali ini, Kita akan mempelajari tentang syarat kalimat efektif yang harus ditaati untuk membuat kalimat efektif yang baik. Sebelum itu, ada baiknya Kita mengulas kembali pembahasan tentang pengertian kalimat efektif. A. Pengertian Kalimat EfektifB. Syarat Kalimat Efektif1. Kesepadanan Struktura. Memiliki subjek dan predikat yang jelasb. Tidak terdapat subjek gandac. Tidak menggunakan kata penghubungd. Tidak menggunakan kata yang’ untuk mendahului predikat2. Keparalelan Bentuk3. Kehematan Kataa. Menghilangkan pengulangan subjekb. Menghindari kesinoniman dalam satu kalimatc. Memperhatikan kata jamakd. Menghindari pemakaian superordinat pada hiponimi kata4. Kecermatan Penalaran5. Kelogisan BahasaRekomendasi Buku & Atikel Terkait Syarat Kalimat EfektifKategori Ilmu Bahasa IndonesiaMateri Terkait Kalimat efektif pada dasarnya merupakan sebuah kalimat yang memiliki susunan dan makna sehingga dapat dipahami oleh orang lain dengan lebih mudah. Kalimat efektif sendiri bisa disampaikan dalam bentuk lisan atau tulisan. Kalimat ini biasanya akan sangat berguna pada saat ingin melakukan interaksi maupun membuat sebuah tulisan. Dalam menggunakan kalimat efektif, Kamu diharuskan untuk dapat memberikan jaminan terkait kejelasan suatu informasi yang disampaikan, baik itu dari penulis kepada pembaca maupun dari pembicara kepada pendengar. Hal ini dikarenakan kalimat efektif dapat membuat seseorang bisa memahami suatu informasi dengan lebih mudah. Dalam karyanya yang berjudul Kalimat, Sry Satriya Tjatur Wisnu Sasangka mengatakan bahwa kalimat efektif memiliki definisi yaitu sebagai sebuah kalimat yang bisa digunakan untuk mengungkapkan gagasan sesuai keinginan dari seorang penulis atau pembicara. Salah satu tujuan utama dari seseorang yang menyampaikan kalimat secara efektif adalah pesan dapat tersampaikan secara lugas dan bisa dipahami oleh para penerima pesan dengan pemahaman makna yang sama. Sementara itu, suatu kalimat dapat dikatakan efektif atau tidak efektif adalah pada saat gagasan yang ada di dalam kalimat bisa dipahami dengan mudah dan jelas oleh pembaca atau pendengar. Hal ini dikarenakan, penulis atau pembicara biasanya memasukkan sebuah gagasan pada suatu kalimat. Maka dari itu, pada bagian selanjutnya, Kita akan membahas tentang beberapa syarat kalimat efektif yang harus dipenuhi dari sebuah kalimat untuk bisa disebut efektif. B. Syarat Kalimat Efektif Dalam proses mempelajari tentang cara menggunakan kalimat efektif, hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah syarat kalimat efektif dan contoh dari kalimat efektif itu sendiri. Pada bagian ini, Kamu akan disajikan penjelasan sekaligus contoh supaya suatu kalimat bisa disebut sebagai kalimat efektif. Oleh karena itu, Kamu dapat menyimak bagaimana penyusunan struktur kalimat efektif sehingga dapat memahami perbedaanya dengan kalimat yang tidak efektif. 1. Kesepadanan Struktur Syarat kalimat efektif yang pertama dari kalimat efektif adalah kesepadanan struktur. Kesepadanan struktur ini dapat dipahami sebagai kalimat dengan struktur bahasa yang sepadan terhadap gagasan yang ingin disampaikan oleh penulis atau pembicara. Hal ini berarti kalimat harus memiliki subjek dan predikat yang jelas. Tidak hanya itu, suatu kalimat dapat dikatakan efektif apabila dapat menggunakan kata hubung secara tepat. Berikut ini adalah beberapa syarat kalimat efektif yang harus dipenuhi agar kalimat bisa disebut efektif dan memiliki kesepadanan struktur, diantaranya yaitu a. Memiliki subjek dan predikat yang jelas Suatu kalimat dapat memiliki subjek dan predikat yang jelas adalah dengan cara menghindari pemakaian kata depan seperti di, dalam, bagi, untuk, pada, sebagai, tentang, mengenai, menurut, dan lain sebagainya sebelum penyebutan subjek. – Contoh kalimat salah Bagi semua siswa SMA Negeri 47 Jakarta harus mengikuti apel hari Senin. – Contoh kalimat benar Semua siswa SMA Negeri 47 Jakarta harus mengikuti apel hari senin. b. Tidak terdapat subjek ganda Suatu kalimat bisa memiliki struktur yang sepadan adalah dengan cara tidak menuliskan subjek ganda. Subjek ganda dalam suatu kalimat bisa mengakibatkan informasi menjadi tidak terfokus sehingga membuat orang lain akan kesulitan untuk memahami maknanya. Contoh Contoh kalimat salah Penyusunan laporan akhir sekolah itu saya dibantu oleh para dosen. Contoh kalimat benar Dalam menyusun laporan itu, saya dibantu oleh para dosen. Pada kalimat pertama, terdapat dua subjek yaitu penyusunan laporan itu’ dan saya’. c. Tidak menggunakan kata penghubung Penggunaan kata hubung yang tidak tepat dapat membuat kalimat tidak bisa dipahami dengan baik oleh pembaca atau pendengar. – Contoh kalimat salah Kami ketinggalan kereta. sehingga kami datang agak terlambat. – Contoh kalimat benar Kami ketinggalan kereta. Oleh karena itu, kami datang agak terlambat. d. Tidak menggunakan kata yang’ untuk mendahului predikat Kata yang’ dalam suatu kalimat dapat membuat menjadikan struktur kalimat menjadi tidak sepadan. Hal itu dikarenakan bisa predikat menjadi kehilangan fungsinya. Contoh kalimat salah Sekolah kami yang terletak di depan bioskop Surya. Contoh kalimat benar Sekolah kami terletak di depan bioskop Surya. Kalimat yang memenuhi syarat kalimat efektif kesepadanan struktur dapat membuat sebuah gagasan atau informasi dapat tersampaikan dengan lebih mudah. Tentunya hal ini juga akan semakin memudahkan pembaca atau pendengar untuk memahaminya. Kesepadanan struktur pada akhirnya mencegah pembicara dengan pendengar atau pembaca dengan penulis untuk salah paham. 2. Keparalelan Bentuk Syarat kalimat efektif yang kedua yaitu keparalelan bentuk. Suatu kalimat bisa dikatakan efektif apabila memiliki bentuk yang paralel atau sejajar. Hal ini berarti, apabila suatu kalimat memiliki bentuk pertama yakni kata benda. Maka kalimat selanjutnya juga harus memiliki bentuk kata benda. Cara ini pun bisa berlaku untuk kalimat yang bentuk pertamanya menggunakan kata kerja. Alhasil, kalimat selanjutnya harus memiliki bentuk yang memakai kata kerja juga. Contoh kalimat efektif yang memenuhi syarat kalimat efektif keparalelan bentuk, sebagai berikut Contoh kalimat yang salah Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, memasang penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang. Kalimat di atas tidak bisa disebut sebagai kalimat efektif. Pasalnya, kalimat tersebut tidak memiliki bentuk yang paralel. Dalam membuat kalimat efektif yang memenuhi syarat kalimat efektif keparalelan bentuk, sebuah kata yang memiliki fungsi sebagai predikat tidak memiliki bentuk yang sama. Oleh karena itu, supaya kalimat bisa menjadi efektif, maka predikat dapat dilakukan pengubahan sehingga menjadi kata benda yang semua. Contoh kalimat yang benar Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, pemasangan penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang. 3. Kehematan Kata Syarat kalimat efektif yang ketiga adalah kehematan data. Suatu kalimat bisa dikatakan menggunakan kata yang hemat yakni kalimat yang penyusunannya tidak terlalu banyak memakai kata, frasa, atau bentuk lain yang tidak perlu. Beberapa cara yang bisa Kamu lakukan untuk menyusun kalimat yang hemat kata yaitu, sebagai berikut a. Menghilangkan pengulangan subjek Kalimat yang hemat kata berarti penyebutan subjek hanya perlu digunakan sebanyak satu kali saja dalam satu kalimat. Oleh karena itu, apabila kalimat yang Kamu buat memiliki dua subjek, maka penyebutannya cukup satu kali saja dan tidak perlu diulang. – Contoh kalimat salah Karena dia tidak diajak, dia tidak datang ke rumah Nina. – Contoh kalimat benar Karena tidak diajak, dia tidak datang ke rumah Nina. Hal yang perlu diperhatikan dari kedua contoh kalimat di atas adalah tidak adanya pengulangan kata dia’. b. Menghindari kesinoniman dalam satu kalimat Kalimat yang hemat kata berarti dalam satu kalimat cukup menggunakan satu kata dengan satu makna saja. Apabila dalam satu kalimat terdapat dua kata yang pada dasarnya memiliki makna yang sama atau biasa disebut juga sebagai sinonimnya. Maka, Kamu hanya perlu menggunakan salah satu kata tersebut. – Contoh kalimat salah Sejak dari pagi dia baru menulis namanya. – Contoh kalimat benar Sejak pagi dia baru menulis namanya. Penggunaan kata sejak’ dan dari’ merupakan kata yang memiliki makna yang sama atau sinonim, sehingga dalam sebuah kalimat efektif hanya perlu menggunakan salah satunya. c. Memperhatikan kata jamak Kalimat yang hemat kata yaitu tidak adanya penambahan kata yang sudah memiliki makna jamak. Oleh karena itu, pada saat Kamu menemukan kata jamak dalam suatu kalimat, maka tidak perlu dilakukan penambahan kata lain yang memiliki makna jamak. Contoh – Contoh kalimat salah Hadirin sekalian dimohon naik ke panggung. – Contoh kalimat benar Hadirin dimohon naik ke panggung. Penggunaan kata hadirin’ dalam suatu kalimat pada dasarnya sudah memiliki makna jamak, sehingga tidak perlu menambahkan kata sekalian’ setelah kata hadirin. d. Menghindari pemakaian superordinat pada hiponimi kata Kalimat yang hemat kata yakni kalimat yang memiliki hiponimi kata satu saja. – Contoh kalimat salah Peserta ujian nasional wajib memakai celana warna hitam. – Contoh kalimat benar Peserta ujian nasional wajib memakai celana hitam. Dalam prinsip kehematan kata, penggunaan kata yang berlebihan dalam menyusun kalimat dapat menjadikan suatu kalimat terkesan bertele-tele atau terlalu panjang. Penyampaian suatu informasi yang diinginkan akan menjadi sulit untuk dipahami oleh pendengar atau pembaca. Maka dari itu, dalam menyusun kalimat cukup menggunakan beberapa kata yang hanya diperlukan, sehingga dapat disebut sebagai kalimat yang efektif. 4. Kecermatan Penalaran Syarat kalimat efektif yang keempat adalah kecermatan penalaran. Kecermatan penalaran memiliki fungsi yang penting karena dapat mencegah adanya makna ganda ketika membaca kalimat. Oleh karena itu, supaya suatu kalimat dapat memiliki kecermatan penalaran, Kamu perlu memperhatikan pemilihan kata dalam menyusun kalimat. Contoh kalimat salah Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah. Kalimat di atas bisa menimbulkan tafsir ganda atau pemaknaan ganda oleh pembaca. Hal itu dikarenakan ada kata yang belum jelas terkait mahasiswa yang terkenal atau perguruan tingginya yang terkenal. Ada dua bentuk yang bisa Kamu lakukan ketika ingin mengubah kalimat tersebut agar menjadi lebih jelas dan efektif. a. Mahasiswa terkenal itu menerima hadiah. Kamu bisa menggunakan bentuk kalimat ini apabila ingin menyampaikan informasi bahwa mahasiswa itu yang terkenal. Penggunaan kata perguruan tinggi’ bisa dihilangkan saja dan tidak perlu disebutkan. Hal itu dikarenakan sudah menjadi pengetahuan umum bahwa mahasiswa sudah pasti berkuliah di perguruan tinggi. b. Mahasiswa dari perguruan tinggi terkenal itu menerima hadiah. Kamu bisa menggunakan bentuk kalimat ini apabila ingin menyampaikan informasi bahwa perguruan tingginya yang terkenal. Cara penyusunnya pun hampir sama seperti yang dijelaskan di atas. 5. Kelogisan Bahasa Syarat kalimat efektif yang kelima adalah harus memiliki kelogisan bahasa. Kelogisan bahasa dalam suatu kalimat bisa dipahami sebagai ide yang terdapat dalam suatu kalimat dapat diterima dan dipahami oleh akal. Selain itu, kelogisan bahasa juga dapat dilihat dari cara penulisannya yang sesuai atau tidak dengan ejaan yang berlaku. – Contoh kalimat salah Waktu dan tempat kami persilakan. – Contoh kalimat benar Untuk bapak/ibu Andi kami persilakan. Kalimat di atas dapat disebut tidak efektif karena tidak memiliki bahasa yang logis. Hal ini dikarenakan makna dalam kedua kalimat tersebut tidak mengandung makna yang logis. Misalnya saja, pada contoh kalimat salah yang pertama, tidak logis ketika yang dipersilakan adalah waktu dan tempat’. Seharusnya, penggunaan kata waktu dan tempat’ dapat diganti dengan subjek berupa orang, misalnya untuk bapak atau ibu, bahkan bisa juga kepala desa. Rekomendasi Buku & Atikel Terkait Syarat Kalimat Efektif ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
Struktur kalimat yang benar disusun berdasarkan aturan penulisan dalam Bahasa Indonesia yang berlaku seperti keberadaan subjek, predikat dan objek. Kalimat terdiri dari serangkaian kata yang disusun sesuai kaidah tertentu. Dimana kalimat berperan penting dalam mengkomunikasikan informasi, menanyakan sesuatu hal, dan mengekspresikan emosi. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai penyusunan struktur kalimat yang benar lengkap beserta contohnya. Simak penjelasan berikut. Pengertian Struktur KalimatStruktur kalimat yang benarContoh Struktur Kalimat Kalimat adalah sekumpulan kata yang diatur dengan kaidah yang berlaku. Dalam penulisanya, kalimat diatur berdasarkan penulisan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Biasanya diawal sebuat kalimat diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda seru, ataupun tanda tanya. Sebagaimana kita tahu bahwa struktur kalimat paling tidak memuat subjek dan predikat. Nah, kalimat yang memuat dua unsur Subjek dan Predikat ini dinamakan kalimat lengkap. Struktur kalimat adalah serangkaian kata yang membentuk sebuah kalimat yang terdiri atas unsur-unsur seperti subjek, predikat, objek, pelengkap dan keterangan atau sering dikenal dengan istilah S-P-O-K. Struktur kalimat yang benar Struktru kalimat dibangun berdasarkan unsur-unsur yang tetap yaitu SPOK S = SubjekP = PredikatO = ObjekK = Keterangan Berikut adalah penjelasan mengenasi Subjek-Predikat-Objek-Keterangan. Subjek Subjek adalah unsur yang berada di depan predikat dan biasanya berupa kata atau frasa benda. Subjek dalam sebuah kalimat berfungsi sebagai pokok pembicaraan. Predikat Predikat adalah unsur yang menjelaskan sebuah subjek. Ciri khas predikat yaitu menjelaskan pekerjaan yang dilakukan subjek dan biasanya berupa kata kerja baik aktif maupun pasif. Objek dan Keterangan Objek dan keterangan sama-sama terletak dibagian belakang kalimat dan sering dinilai sama. Namun keduanya ternyata memiliki perbedaan dalam membuat kalimat pasif. Objek bisa menjadi subjek pada kalimat pasif sedangkan keterangan tidak bisa menjadi subjek pada kalimat pasif. Setelah mengetahui unsur-unsur kalimat, berikut akan dijabarkan contoh struktur kalimat yang benar. Ayah Zaki berperan sebagai predikat karena menunjukan potongan kata yang melakukan kegiatan. Predikat kalimat diatas adalah pekerjaan yang dilakukan Ayah Zaki yaitu membaca koran. Sedangkan objek nya adalah novel dan diruang tamu berperan sebagai keterangan tempat. Contoh Struktur Kalimat Contoh Kalimat S-P Kalimat lengkap minimal terdiri atas S-P atau Subjek dan predikat. Contoh Ibu memasak Subjek = Ibu, Predikat = memasak Adik sedang belajarSubjek = Adik, Predikat = sedang belajar Contoh Kalimat S-P-O Keberadaan objek juga sangat penting terutama menjelaskan kalimat memiliki makna/arti. Berikut adalah contoh kalimat yang disusun atas Subjek-Predikat-Objek. Adik sedang makan jerukSubjek = Adik, Predikat = Sedang makan, Objek = Jeruk Kaka bermain PlayStationSubjek = Kaka, Predikat = bermain, Objek = Playstation Contoh Kalimat S-P-O-K Kalimat yang terdiri dari Subjek-Predikat-Objek-Keterangan disebut kalimat sempurna. Dimana penambahan keterangan akan menjelaskan temoat, waktu, kondisi dalam struktur kalimat. Contoh Ibu sedang memasak indomie di dapurSubjek = Ibu, Predikat = sedang memasak, Objek = Indomie, Keterangan = di dapur. Naura bermain boneka di halaman rumahSubjek = Naura, Predikat = bermain, Objek = boneka, Keterangan = di halaman rumah Demikian penjelasan mengenai penyusunan struktur kalimat yang benar beserta contohnya. Semoga bermanfaat! Referensi
Kalimat merupakan hal- hal yang kita ucapkan sehari-hari. Ketika Anda berbicara, Anda akan mengucapkan deretan kalimat yang berbagai bentuk, bisa kalimat tanya, bisa kalimat perintah, bahkan kalimat bahasa baku. Kalimat yang Anda ucapkan pasti disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi yang tengah berlangsung. Penggunaan kalimat yang baik dan tepat akan memudahkan sampainya pesan Anda kepada orang lain dan akan menghindari kesalahpahaman. Nah, bentuk-bentuk kalimat dipelajari sejak Anda duduk di bangku SD. Namun mungkin masih banyak yang lupa dan belum mengerti mengenai kalimat. Untuk itu silakan simak penjelasan berikut. Pengertian Kalimat Kalimat merupakan susunan kata-kata yang membentuk arti dan terdiri dari minimal subjek dan predikat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI Online, kalimat adalah kesatuan ujar yang mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan, Arti lainnya adalah perkataan. Masih menurut KBBI, arti kalimat adalah satuan bahasa yang berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual atau potensial yang terdiri atas klausa. Para ahli bahasa juga menjabarkan arti kalimat. Gorys Keraf misalnya mengatakan kalimat adalah bagian dari ujaran yang didahului oleh kesenyapan, sedang intonasinya menunjukkan bagian ujaran itu sudah lengkap. Sementara Slamet Muljana 1969 menyebut kalimat adalah keseluruhan pemakaian kata yang berlagu, disusun menurut sistem bahasa yang bersangkutan; mungkin yang dipakai hanya satu kata, ataulebih. Serta menurut Dardjowidojo, kalimat adalah bagian terkecil dari suatu ujaran atau teks wacana yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara ketatabahasaan. Unsur Kalimat Kalimat terdiri dari kata atau klausa yang minimal membentuk subjek dan predikat. Untuk kalimat lengkap terdiri dari Subjek + Predikat + Objek + Keterangan SPOK. – Subjek dalam kalimat unsur pokok yang terdapat dalam suatu kalimat, disamping dari unsur predikat. Dalam pola penulisan kalimat bahasa Indonesia, pada umumnya subjek terletak sebelum predikat, terkecuali kalimat inversi. Contoh 1. Avicena adalah ilmuwan dan filsuf kondang Di kalimat ini, yang di posisi subjek adalah Avicena, 2. Ia mengaji Di kalimat ini, yang di posisi subjek adalah “Ia”. Kalimat ini juga hanya terdiri dari subjek dan predikat. Meski tidak ada objek, tetap bisa disebut kalimat. – Predikat adalah unsur utama dalam suatu kalimat di samping subjek dan juga inti dari sebuah kalimat. Biasanya, unsur yang mengisi predikat adalah kata atau frasa seperti verba, adjektiva kata sifat, atau nominal, numeral serta preposisional. Contoh 1. Omar adalah anak Hariman Di kalimat ini Omar adalah Subjek dan adalah merupakan predikat. Sedangkan “anak Hariman” adalah nomina yang menjadi objek. 2. Ombun bermain dengan ular Di kalimat itu Ombun merupakan subjek, sedangkan bermain merupakan predikat verba. – Objek merupakan kata yang terkena aksi subjek secara langsung. Objek ini merupakan unsur yang tidak wajib ada dalam kalimat. Dalam kalimat aktif letak objek adalah setelah predikat. Dalam kalimat pasif, objek akan berubah menjadi subjek. Objek pada umumnya juga merupakan frasa nomina. Contoh 1. Ia mengaji Alquran Dalam kalimat ini klausa yang berperan sebagai objek adalah Alquran. Alquran terkena aksi langsung oleh subjek yakni ia. 2. Pak Karno mencangkul ladangnya setiap hari Dalam kalimat ini, “ladangnya” merupakan objek yang terkena aksi langsung oleh perbuatan subjek yakni Pak Karno. – Keterangan adalah unsur kalimat yang menjelaskan lebih lanjut mengenai sesuatu yang tertera di dalam sebuah kalimat. Keterangan ini bisa menggambarkan tempat, waktu, alat, cara, sebab hingga tujuan. Contoh 1. Fariz terjatuh ke parit saat main hujan Dalam kalimat itu keterangan tempat adalah “ke parit” dan “saat main hujan” adalah keterangan waktu. 2. Mereka menjawab semua soal dengan teliti Nah pada kalimat ini yang merupakan keterangan adalah “dengan teliti”. Keterangan dalam kalimat itu menjelaskan cara. Ciri Sebuah Kalimat 1. Penulisannya diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan titik, tanda tanya atau tanda seru. 2. Minimal terdiri dari subyek dan predikat S+P 3. Urutan SPOK terlihat jelas dan logis. 4. Setiap kata maupun kelompok kata yang dimana mendukung fungsi SPOK dan disusun ke dalam satuan sesuai dengan fungsinya. 5. Mengandung satuan makna, ide, atas pesan yang jelas. Jenis Kalimat Kalimat Dilihat dari Segi Maknanya Jika ditinjau dari segi maknanya atau nilai komunikatifnya, kalimat ada lima kategori yakni kalimat berita, perintah, tanya, seru, dan kalimat emfatik. 1. Kalimat Berita Kalimat berita juga sering disebut sebagai kalimat deklaratif, yang merupakan kalimat yang isinya memberitakan sebuah informasi kepada sang pembaca ataupun pendengar. Contoh kalimat berita – Tadi pagi ada kecelakaan di depan sekolah. – Setiap sore bukit ini dikepung kawanan bodat – Hujan semalaman membuat Medan kebanjiran 2. Kalimat Perintah Kalimat perintah juga disebut sebagai kalimat imperatif yang merupakan kalimat yang artinya mampu memberikan perintah untuk melakukan suatu hal. Secara umum, kalimat perintah bisa berbentuk taktransitif atau transitif baik aktif maupun pasif. Tak hanya verba, kalimat perintah juga bisa diisi adjektiva tertentu sesuai kebutuhan. Dan jika kalimat yang bukan verbal atau adjektival tidak mempunyai bentuk perintah. Contoh kalimat perintah – Tutuplah pintu itu! – Angkat kakimu 3. Kalimat Tanya Kalimat tanya sering disebut sebagai kalimat interogatif. Isinya kalimat dengan maksud untuk menanyakan sesuatu ataupun seseorang. Jika seseorang ingin mengetahui jawaban dari suatu hal, maka orang tersebut harus menanyakan kepada orang lain, dan kalimat yang digunakan orang tersebut adalah kalimat tanya. Contoh Siapa yang mengambil kapur di kelas? 4. Kalimat Seru Kalimat seru adalah kalimat untuk menyampaikan rasa kagum terhadap sesuatu. Kalimat ini juga disebut sebagai kalimat interjektif. Biasanya ada tanda seru di akhir kalimat. Contoh – Wow, kamu cantik sekali! – Astaga, sungguh bejat lelaki itu! Berdasarkan Diathesis Kalimat 1. Kalimat Aktif Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya langsung melakukan pekerjaan terhadap objeknya. Pada umumnya, kata kerja yang digunakan ditandai dengan awalan me-. Contoh – Tikus mencuri makanan di dapur – Kepsek memberi arahan terkait USBN – Mereka melihat ada murid yang merokok di kantin 2. Kalimat Pasif Kalimat pasif adalah kebalikan dari kalimat aktif. Dalam kalimat pasif, objek akan menjadi subjek dan kata kerja yang digunakan berawalan di atau ter-. Contoh – Makanan di dapur dicuri oleh tikus – Arahan terkait USBN diberikan oleh Kepsek – Murid yang merokok terlihat oleh mereka di kantin. Berdasarkan Urutan Kata 1. Kalimat Normal Kalimat berpola dasar yang dimana subjek pada kalimatnya mendahului predikatnya. 2. Kalimat Inverse Kalimat inverse adalah kebalikan dari kalimat normal. Dimana predikat yang digunakan mendahului objek. 3. Kalimat Minor Kalimat minor memiliki satu inti fungsi gramatikalnya. Bentuk kalimat minor contohnya kalimat tambahan, kalimat jawaban, kalimat salam, panggilan ataupun judul. 4. Kalimat Mayor Hanya memiliki subjek dan predikat saja. Objek, pelengkap dan juga keterangan dapat ditambahkan sesuka hati. Berdasarkan Struktur Gramatikalnya 1. Kalimat tunggal Yakni kalimat yang hanya memiliki subjek dan predikatnya saja. Contoh Sutris belajar 2. Kalimat Majemuk Kalimat yang didalamnya terdapat beberapa kalimat dasar. Penggabungan itulah yang disebut sebagai kalimat majemuk. Kalimat majemuk juga terbagi ke dalam beberapa jenis,yakni kalimat majemuk setara, bertingkat, dan campuran. Berdasarkan Pengucapan 1. Kalimat Langsung Kalimat langsung adalah kalimat yang isinya menirukan sesuatu yang disampaikan orang lain. Kalimat ini sering terdapat pada cerpen hingga artikel berita. Tandanya adalah menggunakan tanda kutip dan menunjukkan siapa yang mengucapkannya. Contoh – “Aku tak mau pulang,” ujar Tito saat dijemput ayahnya. – “Kami sudah tak lagi bersama,” kenangnya. 2. Kalimat Tak Langsung Kalimat ini melaporkan kembali mengenai kalimat yang disampaikan orang lain. Biasanya diawali dengan “Dia mengatakan….”, Ia berkata dan lainnya. Contoh; – Saat dijemput ayahnya, Tito mengatakan ia tak mau pulang. – Ia mengatakan mereka sudah tak lagi bersama. Demikian ulasan mengenai kalimat, mulai pengertian, ciri, struktur hingga jenis-jenisnya. Semoga bermanfaat. *
Kalimat Berpelengkap, Struktur, dan Contoh Kalimat - Kids, tahukah kamu apa yang dimaksud dengan kalimat berpelengkap? Dalam bahasa Indonesia, terdapat berbagai struktur kalimat. Nah, salah satunya adalah struktur kalimat dengan menggunangkan pelengkap. Kalimat sendiri adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Baca Juga Kalimat Himbauan dan Larangan dalam Bahasa Inggris serta Artinya Ada berbagai jenis kalimat. Kali ini, kita akan mempelajari salah satunya. Yap! Kita akan mencari tahu apa itu penjelasan dari kalimat berpelengkap, struktur, dan juga contoh kalimatnya. Yuk, cari tahu lebih lanjut di sini! Kalimat Berpelengkap freepik Kalimat Berpelengkap Kalimat berpelengkap adalah kalimat yang punya struktur atau pola dasar S subjek + P predikat + Pel pelengkap. Bisa juga menggunakan pola S subjek + P predikat + O objek + Pel pelengkap. Kalimat berpelengkap menggunakan kata pelengkap untuk membangun suatu kalimat yang utuh. Sedangkan kata pelengkap bisa berupa nomina, adjektiva, numeral, frasa nominal, frasa adjectival, frasa verbal, frasa numeral, dan klausa. Baca Juga Kalimat Langsung dan Tidak Langsung Perbedaan, Ciri-Ciri, dan Contoh Jenis kalimat ini enggak bisa diubah ke dalam bentuk kalimat pasif, dan predikatnya berimbuhan ber-, ber-an, dan juga me-. Nah, inilah beberapa contoh kalimat berpelengkap. Contoh Kalimat Berpelengkap S P Pel 1. Adik bermain alat musik piano. 2. Ibu menyapu halaman. 3. Aku pergi ke sekolah. 4. Ayah berangkat kerja. 5. Kakak makan roti. Baca Juga Kalimat Aktif dan Pasif Pengertian, Perbedaan, dan Contoh Kalimatnya Contoh Kalimat Berpelengkap S P O Pel 1. Aku membelikan adik mainan baru. 2. Ibu menyuruhku menyapu halaman. 3. Pak Guru memberikan tugas Matemarika untuk muridnya. 4. Adik menghadiahiku stiker yang lucu. 5. Ia menganggap perbuatan temannya sangat menghibur. Nah, itulah pengertian kalimat berpelengkap, struktur, dan juga contohnya. - Ayo kunjungi dan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani dunia pelajaran anak Indonesia. Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya. PROMOTED CONTENT Video Pilihan
kalimat dengan struktur struktur kalimat saja disebut