Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai". [al-Imran/3: 103]. Al-hafidh Ibnu Katsir menjelaskan: "Maksud firman Allah Shubhanahu wa ta'alla: "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah". Ada yang mengartikan maksud tali Allah Shubhanahu wa ta'alla ialah dengan mengesakan -Nya.
Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah. " (QS. Al-jin [72]: 18) Kata "ahadan" dalam ayat di atas adalah isim nakiroh (kata benda indefinitif) yang berada dalam konteks nahi (larangan), yaitu kalimat "Janganlah kamu menyembah".
Maha Suci (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya dijadikan-Nya bagimu yang lebih baik dari yang demikian, (yaitu) surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, dan dijadikan-Nya (pula) untukmu istana-istana" (QS Al-Furqaan : 10) Di dunia hanya para pejabat, raja, atau bangsawan saja yang dapat menikmati hidup di istana.
Apabilakalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur. (HR. Ahmad 21348, Abu Daud 4782 dan perawinya dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth). 4. Berwudhu atau mandi. Marah itu berasal dari setan dan setan diciptakan dari api.
Opini 03/06/2021 - Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda Janganlah engkau marah, niscaya bagimu surga. Hadits tersebut menunjukkan tentang keutamaan menahan amarah. Karena, menuruti amarah menimbulkan banyak kejelekan dan penyesalan. Serta, menghalangi dari berbagai kebaikan y
jJWM.
dan janganlah kamu marah niscaya bagimu surga