Dengansingkat dapat dikatakan bahwa dengan mengutamakan Tuhan dalam hidup ini, maka Tuhan pasti akan memelihara hidup kita melalui seluruh ciptaan-Nya (bd. Mat.6:33). Bagaimanakah cara kita mengutamakan Tuhan itu dalam kehidupan sehari-hari? Melalui arahan teks ini, kita diajarkan untuk: Pertama, membangun persahabatan dengan sesama manusia.
Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun." (Galatia 4:10). itu pertanda bahwa Tuhan peduli dan sangat mengasihi kita. Ini adalah cara Tuhan untuk menarik kita mendekat kepada-Nya; dan ketika kita mau bertobat segala yang baik pasti Tuhan sediakan. June 20, 2018 TUHAN ADA DI
SebabDialah Allah kita, dan KITALAH UMAT GEMBALAAN-NYA DAN KAWANAN DOMBA TUNTUNAN TANGAN-NYA. Mazmur 95:6-7 . Saya menulis buku ini karena saya begitu yakin bahwa banyak orang dapat bergabung untuk memelihara kawanan domba Tuhan. Inilah saatnya kita bangkit dan bergabung dengan pekerjaan besar yaitu memelihara umat Tuhan.
Homeblog 9 Hal yang Akan Meningkatkan Inner Beauty Dirimu January 20th, 2015 Redaksi Inspirasi 0 comments Tidak ada perempuan yang tidak suka dibilang cantik. Sekalipun dia bilang tidak suka ketika digombali oleh serorang laki-laki, sesungguhnya perempuan itu senang apabila dibilang cantik. Namun, apalah gunanya jika hanya cantik secara fisik tanpa memercantik yang
Tuhanmenciptakan kita sebagai manusia di bumi ini tentu ada maksud dan tujuanNya mengenai alam semesta yang diciptakanNya .Pada Amsal 3:19-22 yang menyatakan bahwa (19) Dengan hikmat TUHAN telah meletakkan dasar bumi, dengan pengertian ditetapkan-Nya langit, (20) dengan pengetahuan-Nya air samudera raya berpencaran dan awan
jHpb7. RENUNGAN HARIAN KRISTEN TERBARU, SELASA 12 OKTOBER 2021 1021. PERCAYALAH! TUHAN MEMELIHARA DAN MENJAGA KITA Oleh E. Gunawi Sp. FIRMAN TUHAN Kitab Injil Yohanes 1712 “Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.” Shalom. Puji Tuhan! Haleluya! Kami, Renungan Harian Kristen Terbaru, dari Bantul, Yogyakarta, Indonesia, mengucapkan salam damai sejahtera di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan kita, kepada semua pembaca yang sangat kami muliakan dari berbagai bangsa, di semua negara, di seluruh dunia, sampai ke ujung bumi. Pada hari yang elok dan berbahagia ini, kita berjumpa kembali dengan Renungan Harian Kristen Terbaru. Topik yang kita kemukakan yaitu PERCAYALAH! TUHAN MEMELIHARA DAN MENJAGA KITA. Ayat nas Firman Tuhan yang menjadi dasar renungan kita kali ini diangkat dari Kitab Injil Yohanes 1712. Perikopnya adalah “Pengajaran khusus bagi murid-murid”. Pengantar Memelihara, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, berarti menjaga dan merawat, mengusahakan dan mengolah dan memiara. Memelihara juga bermakna membiarkan tumbuh, menyelamatkan, melindungi atau melepaskan dari bahaya dan sebagainya. Menjaga, juga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, berarti menunggui supaya selamat, melindungi atau mengawal dari bahaya mengawal, mengasuh atau mengawasi, mengawasi sesuatu supaya tidak mendatangkan bahaya. Menjaga juga dimaknai mencegah bahaya, mempertahankan keselamatan, memelihara atau merawat orang dan barang Sementara itu, merawat, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diartikan memelihara, menjaga, mengurus atau membela seseorang supaya aman dan selamat. Kemudian orang percaya, pada umumnya dimaknai orang yang mengakui dan meyakini Yesus Kristus sebagai Tuhan, Mesias dan Juru selamat hidupnya. Dengan demikian, yang kita maksud Tuhan memelihara dan menjaga kita adalah bahwa Tuhan Yesus Kristus sudah melakukan menjaga, memelihara, merawat, mengusahakan dan membangun kita supaya tidak jatuh dalam dosa dan tidak terseret ke jurang maut dan tidak binasa. Tuhan memelihara dan menjaga kita, supaya kita tetap setia mengakui, meyakini dan kian beriman teguh kepada Yesus Kristus Tuhan kita. Supaya kita tetap percaya Dia, Anak Allah Bapa, Mesias dan Juru Selamat kita dan semua orang yang percaya kepada-Nya. Ayat nas Firman Tuhan yang terekam dalam Kitab Injil Kitab Yohanes 1712, secara global menuturkan sebagai berikut. Pertama, Tuhan bersama dan memelihara mereka dalam nama-Nya, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku. Kedua, Tuhan telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa. Ketiga, selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa. Keempat, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Kelima, Tuhan memelihara dan menjaga kita dan semua orang percaya Pertama, Tuhan bersama dan memelihara mereka dalam nama-Nya Sejatinya, kita dan semua orang percaya adalah orang-orang yang sangat berbahagia! Karenanya, bersyukurlah kita! Berbahagialah! Mengapa kita menjadi orang-orang yang berbahagia, bersyukur dan bersukacita? Mengapa? Hal demikian karena Firman Tuhan yang tercantum dalam Kitab Injil Yohanes 1712a, menyatakan “Selama Aku bersama mereka, ….” Oleh sebab itu, maka kita menjadi orang-orang yang berbahagia, bersyukur dan bersukacita. Hal itu karena Dia bersama kita. Sebab Dia, Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah Bapa, Tuhan kita sudah bersama mereka dan kita. Hal demikian dikemukakan oleh Tuhan Yesus pada waktu Ia berdoa untuk murid-murid-Nya kepada Allah Bapa-Nya pada zaman itu, dan untuk kita pada zaman sekarang. Dalam doa-Nya, Tuhan Yesus juga menyatakan kepada Allah Bapa, bahwa Ia sudah memelihara mereka, para murid-Nya dalam nama-Nya. Bahwa dalam doa-Nya, Dia menyebut nama-Nya yang sudah Dia berikan kepada-Nya. Hal demikian dinyatakan oleh Tuhan Yesus kepada Bapa-Nya yang dicatat dalam Kitab Injil Yohanes 1712b. Beginilah Firman-Nya berbunyi “…, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; ….” Di sini kita mendaati bahwa Tuhan Yesus memelihara mereka dalam nama Allah Bapa, yaitu nama Allah yang telah Ia berikan kepada-Nya. Kedua, Tuhan telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa Selanjutnya, Tuhan Yesus juga menyatakan kepada Bapa bahwa Dia sudah menjaga murid-murid-Nya sehingga tidak ada seorang pun di antara mereka yang binasa. Bahwa mereka menjadi murid-murid-Nya sampai pada akhirnya. Bahwa para murid-Nya selamat dan tidak binasa. Demikian dinyatakan langsung oleh Tuhan Yesus kepada Bapa di sorga seperti tertulis dalam Kitab Injil Yohanes 1712c. Demikianlah bunyi Firman Tuhan “…, Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa; ….” Ketiga, selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa Selanjutnya, dalam doa-Nya untuk para murid-Nya kepada Allah Bapa-Nya yang bertakhta di sorga, Tuhan Yesus juga menyatakan bahwa memang ada satu di antara para murid-Nya yang dipelihara, dijaga dan dirawat-Nya akan binasa. Bahwa semua para murid-Nya akan selamat dan tidak binasa jecuali dia yang sudah ditentukan untuk binasa. Hal itu dinyatakan kepada Allah Bapa dalam sebuah doa untu para murid-Nya sebagaimana ditulis pada ayat nas kita dalam Kitab Injil Yohanes 1712d. Firman Tuhan menyatakan “…, selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, ….” Keempat, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci Lebih lanjut, mari kita baca dan kita selidiki akhir ayat nas kita yang tercantum dalam Kitab Injil Yohanes 1712e. Bahwa Tuhan berfirman “…, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.” Di sini, pada akhir ayat nas kita ini, secara tersirat Tuhan Yesus menyatakan dalam doa-Nya untuk murid-murid-Nya bahwa ada di antara mereka yang sudah ditentukan untuk binasa sebagai penggenapan yang sudah tertulis dalam Kitab Suci. Boleh jadi, yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus adalah Yudas Iskariot, seorang dari dua belas murid-Nya, yang kemudian menyerahkan diri-Nya kepada untuk ditangkap, dihina, dianiaya, dan disalib dan mati di Bukit Golgota. Kelima, Tuhan memelihara dan menjaga kita dan semua orang percaya Akhirnya, marilah kita kembali menyimak ayat nas kita yang ducatat dalam Kitab Injil Yohanes 1712. Alkitab menyatakan kepada kita “Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.” Secara tersurat dan tersirat, Alkitab mencatat dan mengungkapkan bahwa selama Tuhan Yesus Kristus bersama mereka, maka Dia memelihara mereka dalam nama-Nya, yaitu nama-Nya yang telah Ia berikan kepada-Nya. Bahwasanya Tuhan Yesus Kristus telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa. Kecuali dia yang memang sudah ditentukan untuk binasa. Hal demikian agar supaya genaplah yang sudah ditulis dalam Kitab Suci. Pelajaran yang dapat kita petik Sejatinya, adakah pelajaran yang dapat kita petik dari ayat-ayat nas Firman Tuhan yang kita renungkan pada saat ini? Atau adakah didikan, ajaran atau nasihat yang bermanfaat dari renungan yang didasarkan pada ayat-ayat nas Firman Tuhan dari Kitab Injil Yohanes 1712 ini? Pada hakikatnya, ayat-ayat Firman Tuhan yang kita bahas ini mengajar dan mengingatkan kita dan semua orang percaya dari zaman ke zaman. Bahwa Tuhan Yesus sudah memberi contoh dan teladan yang sangat indah bagi bagi kita semua. Bahwa Tuhan Yesus sudah berdoa bagi kita untuk memelihara, menjaga, merawat dan meneguhkan iman percaya kita dan jemaat orang-orang percaya melalui doa-Nya kepada Allah Bapa yang bertakhta di sorga. Bahwa Tuhan Yesus, berdasarkan ayat nas Firman Tuhan yang dicatat dalam Kitab Injil Yohanes 1712, sudah mengingatkan para murid-Nya dan mereka, orang-orang Israel pada zamannya, dan kepada kita pada zaman sekarang. Supaya kita dengan sukacita berdoa kepada-Nya untuk memelihara, menjaga, merawat, membangun dan meneguhkan iman percaya kita dan iman jemaat orang-orang percaya. Lantas, bagaimanakah dengan kita yang hidup pada zaman sekarang? Apakah kita dan semua pribadi di antara kita sudah berdoa kepada-Nya, supaya Dia, Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah Bapa, Tuhan kita menyertai, menolong, memelihara, menjaga kita dan semua orang yang percaya supaya memperoleh bagian hidup kekal yang penuh sukacita dan damai sejahtera? Apakah kita dan semua pribadi di antara kita sudah berdoa kepada-Nya, supaya Dia, Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah Bapa, Tuhan kita menyertai, menolong, memelihara, menjaga kita dan semua orang yang percaya supaya memperoleh bagian hidup kekal? Apakah kita dan semua pribadi di antara kita sudah percaya bahwa selama Dia, Yesus Kristus, bersama dengan kita, maka Dia sudah bekerja dan memelihara kita dalam nama-Nya, yaitu nama-Nya yang telah Ia berikan kepada-Nya? Sudah tentu kita percaya bahwa kita dan semua pribadi di antara kita telah percaya bahwa Tuhan Yesus telah bekerja, menjaga dan memelihara kita dan tidak ada seorang pun dari kita yang akan binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Tentu kita percaya bahwa semua pribadi di antara kita sudah berdoa kepada-Nya, supaya Dia, Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah Bapa, Tuhan kita menyertai, menolong, memelihara, menjaga kita dan semua orang yang percaya supaya memperoleh bagian hidup kekal. Sudah tentu kita percaya bahwa semua pribadi di antara kita telah percaya bahwa selama Dia, Yesus Kristus, bersama dengan kita, maka Dia sudah bekerja dan memelihara kita dalam nama-Nya, yaitu nama-Nya yang telah Ia berikan kepada-Nya. Berbahagialah kita Berbahagialah kita yang sudah percaya bahwa Tuhan Yesus telah bekerja, menjaga dan memelihara kita dan tidak ada seorang pun dari kita yang akan binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Karena Dia sudah melimpahkan kepada kita kasih setia dan kasih karunia-Nya yang tidak berkesudahan. Berbahagialah kita dan semua pribadi di antara kita yang sudah berdoa kepada-Nya, supaya Dia, Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah Bapa, Tuhan kita menyertai, menolong, memelihara, menjaga kita dan semua orang yang percaya supaya memperoleh bagian hidup kekal. Karena Dia sudah melimpahkan kasih karunia-Nya dan menyediakan upah besar kepada kita yang berkelimpahan di sorga. Berbahagialah kita dan semua pribadi di antara kita yang percaya bahwa selama Dia, Yesus Kristus, bersama dengan kita, maka Dia sudah bekerja dan memelihara kita dalam nama-Nya, yaitu nama-Nya yang telah Ia berikan kepada-Nya. Karena Dia sudah menjaga, melindungi, memelihara dan memberi bagian hidup dalam kehidupan kekal yang penuh sukacita dan damai sejahtera di sorga. JESUS CHRIST BLESS YOU AND US. HALLELUJAH. AMEN. ********* Terima kasih Ibu/Bapak/Saudara/i sudah berkenan membaca Renungan Harian Kristen Terbaru ke-1021, yang diunggah melalui edisi hari ini. gmail
Tuhan adalah sumber kehidupan kita, dan kita selalu dijaga dan dipelihara oleh-Nya. Ada banyak cara Tuhan memelihara kita, dan kita harus selalu bersyukur atas kasih-Nya. Berikut adalah 20 cara Tuhan memelihara kita 1. Memberikan Kesehatan Tuhan memberikan kesehatan kepada kita sehingga kita dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan. Kita harus menjaga kesehatan kita dan berterima kasih atas nikmat ini. 2. Memberikan Rezeki Tuhan memberikan rezeki kepada kita sehingga kita dapat memenuhi kebutuhan hidup kita. Kita harus bersyukur atas rezeki yang diberikan dan menggunakan rezeki tersebut dengan baik. 3. Memberikan Keluarga Tuhan memberikan keluarga kepada kita sebagai pendukung dan teman dalam kehidupan. Kita harus menghargai keluarga dan saling mendukung satu sama lain. 4. Memberikan Teman Tuhan memberikan teman kepada kita untuk saling menemani dan berbagi dalam hidup. Kita harus menghargai persahabatan dan menjaga hubungan dengan teman-teman kita. 5. Memberikan Cinta Tuhan memberikan cinta kepada kita sehingga kita dapat mencintai dan dicintai oleh orang lain. Kita harus menghargai cinta dan mencintai dengan tulus. 6. Memberikan Hidup Tuhan memberikan hidup kepada kita sehingga kita dapat mengalami kehidupan ini dan mengenal-Nya. Kita harus menghargai hidup dan menjalani hidup dengan baik. 7. Memberikan Keberanian Tuhan memberikan keberanian kepada kita untuk menghadapi tantangan dalam hidup. Kita harus menghargai keberanian dan berani menghadapi segala hal dalam hidup. 8. Memberikan Ketenangan Tuhan memberikan ketenangan kepada kita dalam menghadapi stres dan masalah dalam hidup. Kita harus menghargai ketenangan dan mencari ketenangan dalam hidup kita. 9. Memberikan Kesabaran Tuhan memberikan kesabaran kepada kita dalam menghadapi situasi sulit dalam hidup. Kita harus menghargai kesabaran dan belajar bersabar dalam menghadapi masalah. 10. Memberikan Kebahagiaan Tuhan memberikan kebahagiaan kepada kita sehingga kita dapat menikmati hidup ini dengan penuh sukacita. Kita harus menghargai kebahagiaan dan mencari kebahagiaan dalam hidup kita. 11. Memberikan Kasih Sayang Tuhan memberikan kasih sayang kepada kita sehingga kita dapat merasakan cinta-Nya. Kita harus menghargai kasih sayang dan menunjukkan kasih sayang kepada orang lain. 12. Memberikan Kebijaksanaan Tuhan memberikan kebijaksanaan kepada kita sehingga kita dapat membuat keputusan yang tepat dalam hidup. Kita harus menghargai kebijaksanaan dan menggunakan kebijaksanaan tersebut dengan bijak. 13. Memberikan Pertolongan Tuhan memberikan pertolongan kepada kita saat kita membutuhkan bantuan dalam hidup. Kita harus menghargai pertolongan dan membantu orang lain ketika mereka membutuhkan pertolongan. 14. Memberikan Kebesaran Tuhan memberikan kebesaran-Nya kepada kita sehingga kita dapat merasakan keagungan-Nya. Kita harus menghargai kebesaran Tuhan dan bersyukur atas kebesaran-Nya. 15. Memberikan Rasa Aman Tuhan memberikan rasa aman kepada kita dalam menghadapi ketakutan dan kekhawatiran dalam hidup. Kita harus menghargai rasa aman dan menjaga keamanan dalam hidup kita. 16. Memberikan Keadilan Tuhan memberikan keadilan kepada kita sehingga kita dapat merasakan keadilan dalam hidup. Kita harus menghargai keadilan dan berbuat adil kepada orang lain. 17. Memberikan Kebaharian Tuhan memberikan kebahagiaan surgawi kepada kita sebagai pahala atas kebaikan yang kita lakukan dalam hidup. Kita harus menghargai kebahagiaan surgawi dan berusaha untuk memperolehnya. 18. Memberikan Kasih Karunia Tuhan memberikan kasih karunia-Nya kepada kita sebagai tanda kasih sayang-Nya. Kita harus menghargai kasih karunia dan menggunakan karunia tersebut dengan baik. 19. Memberikan Kebaharian Abadi Tuhan memberikan kebahagiaan abadi kepada kita sebagai janji-Nya bagi yang percaya kepada-Nya. Kita harus menghargai janji tersebut dan berusaha untuk memperoleh kebahagiaan abadi tersebut. 20. Memberikan Pengampunan Tuhan memberikan pengampunan-Nya kepada kita ketika kita melakukan kesalahan. Kita harus menghargai pengampunan dan berusaha untuk memperbaiki kesalahan kita. Demikianlah 20 cara Tuhan memelihara kita. Kita harus selalu bersyukur atas kasih-Nya dan menjalani hidup dengan baik. Semoga kita selalu dijaga dan dipelihara oleh-Nya.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Iman seharusnya bukan lagi hal asing bagi kita umat beragama. Namun, walaupun iman adalah suatu hal yang mendasar dalam beragama, nyatanya orang beragama belum tentu memiliki iman. Padahal beriman sangatlah penting bagi umat beragama. Bagi kita umat Kristen memiliki iman yang sejati adalah hal yang dikehendaki Tuhan kepada kita. Memiliki iman yang sejati kepada Tuhan Yesus Kristus artinya memiliki kepercayaan penuh kepada-Nya sehingga kita mau patuh dan taat pada setiap perintah dan kehendak-Nya. Iman yang kita miliki dapat menunjukkan kualitas hubungan antara kita dengan banyak contoh dalam Alkitab tentang orang-orang yang dapat mengalami perbuatan Tuhan yang luarbiasa karena mereka memiliki iman kepada Tuhan. Salah satu contohnya adalah iman Nabi Nuh."karena iman, maka Nuh - dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan - dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya dan karena iman ia menghukum dunia dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya." Ibrani 117. Nabi Nuh memiliki iman yang sejati kepada Tuhan dan memiliki kualitas hubungan yang harmonis dengan Tuhan, maka karena imannya itu Tuhan berkenan kepadanya. Dan karena imannya itu Nabi Nuh beserta keluarganya bisa selamat dari air bah. Setelah kita mengerti dan memiliki iman sejati kepada Tuhan, maka selanjutnya penting bagi kita untuk memelihara iman tersebut. Memelihara iman berarti mampu membangun iman tersebut dan menjaganya. Memelihara iman sebenarnya sama saja dengan menjaga hubungan kita dengan Tuhan. Cara untuk memelihara iman kita yang pertama, yaitu membaca atau mendengarkan Firman Tuhan. Dengan mengetahui dan mengerti isi Firman Tuhan kita dapat lebih tahu apa yang Tuhan kehendaki dan kita juga dapat lebih mendalami pengenalan kita tentang Tuhan. Hal ini dapat membangun atau menumbuhkan iman yang kita miliki dalam Tuhan Yesus Kristus. Selanjutnya adalah menjaga komunikasi kita dengan Tuhan. Seperti yang kita tahu cara orang Kristen berkomunikasi dengan Tuhan adalah berdoa dan saat teduh. Menyediakan waktu sejenak untuk berdoa dan saat teduh sangatlah penting untuk menjaga hubungan yang harmonis dengan Tuhan. Dan yang terakhir adalah menjauhi kejahatan. Bila kita sudah mengenal Firman Tuhan pastinya kita tahu bahwa melakukan kejahatan bukanlah hal yang dikehendaki Tuhan. Maka melakukan kejahatan atau hal yang bertentangan dengan kehendak Tuhan dapat menghambat pertumbuhan iman kita. Jadi mari kita lebih peduli dalam pertumbuhan iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus agar kita dapat beroleh keselamatan. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
TujuanMempelajari berbagai cara kita dapat memelihara dunia ciptaan KegiatanMerencanakan dan melakukan proyek pelayanan berkaitan dengan memelihara lingkungan. Pastikan untuk mendapatkan izin dan panduan dari otoritas yang berwenang sebelum memulai. Pertimbangkan gagasan berikutMemunguti sampah di taman atau tempat publik membersihkan sungai atau aliran air pohon dan bunga di area kaleng, gelas, kantong plastik, atau barang-barang yang dapat didaur ulang lainnya untuk dibawa ke tempat daur adaptasikan kegiatan sebagaimana diperlukan untuk memastikan semua individu dapat berperan serta, menjadi bagian, dan AdaptasiJika Anda tidak dapat melakukan proyek pelayanan publik, pertimbangkan bekerja bersama uskup untuk memunguti sampah, menanam bunga, atau mencabuti rumput liar di sekitar kepada anak-anak tentang daur ulang. Bahaslah apa yang dapat dan tidak dapat didaur ulang. Perlihatkan kepada anak-anak bagaimana mereka dapat mendaur ulang menggunakan barang-barang lama dengan cara baru. Sebagai contoh, Anda dapat menggunakan kardus atau kaleng susu untuk membuat tempat makan burung, atau Anda dapat membuat lonceng angin dari anak-anak untuk berbicara tentang bagaimana hal yang mereka pelajari dapat membantu mereka dan orang lain tumbuh semakin dekat kepada Bapa Surgawi dan Yesus Kristus. Pembahasan dapat terjadi sebelum, selama, atau setelah kegiatan dan hendaknya berlangsung hanya beberapa menit. Anda dapat mengajukan pertanyaan seperti yang berikutMengapa penting untuk memelihara dunia ciptaan Allah?Bagaimana memelihara lingkungan kita menunjukkan rasa syukur kepada Bapa Surgawi dan Yesus Kristus?
Oleh Pdt. Yusak Timothy, Pendahuluan Harapan saya seusai mendaras tulisan ini Ia bisa lebih lagi mengenal Allah yang berdaulat dalam pemeliharaan-Nya terhadap barang apa ciptaan sekali lagi umat sortiran-Nya. Karena sepengetahuan saya selama puluhan musim ini, providensia Allah yakni semua hal yang baik yang dialami manusia bagaikan ciptaan Almalik, sudah terujikah pendapat ini atau belum ? Momen inilah waktunya untuk mencari jawaban nan tepat melalui tulisan ini. 1. SAKIT DAN CACAT. Jika Allah “bekerja dalam segala sesuatu yang terjadi di dunia dan mengacungkan segala situasi kepada harapan yang ditetapkan-Nya, dan jika ajaran tentang penjagaan berhubungan dempang dengan ajaran tentang penciptaan serta menyatakan bahwa Allah selain dalam proteksi-Nya juga senantiasa mempertahankan, memperbaharui dan mengaturnya.”1 Adv amat bagaimana dapat terjadi hal-hal yang buruk atas diri bani adam yang diciptakan-Nya, sama dengan sakit, rendah, korban kejahatan, aniaya, kematian dan enggak-lain. Bila peristiwa – hal tersebut menjangkiti manusia, bolehkah manusia meragukan pemeliharaan Allah atas diri mereka ? “Kisah Bea cukai Logsdon nan menderita penyakit kanker jenis langka dan rasa nyeri menggerogoti badannya selama 9 musim lamanya sekali lagi rasa sakit di telinganya seperti deru mesin pesawat yang tak pernah berhenti siang dan malam yang menyebabkan kamu intim tak bisa tidur, hingga terlintas di pikirannya untuk basmi diri, makanya sebab engkau tak lagi boleh tahan terhadap sakitnya itu dan akhirnya ia menghembuskan nafasnya karena problem tersebut terus menggerogotinya.”2 “Kisah seorang bayi yang dilahirkan karena kurang zat makanan saat privat perut ibunya, menyebabkan anda sehabis lahir ketika berusia 8 wulan sering merangsang janjang yang berdampak ia menderita epilepsi. Ternyata ki aib tersebut mendampinginya hingga ia bertumbuh menjadi sendiri remaja di tahun 1972 dan perian itu ia berkesempatan mengunjungi sebuah pos Sekolah Pekan atas ajakan seorang kongsi. 4 tahun kemudian remaja tersebut yang mutakadim bertumbuh menjadi pemuda diberikan kembali kesempatan makanya Tuhan Yesus bikin mengajuk sebuah retreat/camp pemuda di Cipanas yang diselenggarakan oleh Komisi Pemuda dari gereja dimana ia cerbak beribadah setiap minggunya. Plong camp perjaka inilah kesudahannya sang pemuda tersebut mengamini Halikuljabbar Yesus Kristus misal Juruselamat dan Allah internal hatinya, tapi Roh kudus menggerakkannya tidak karena khotbah pembicara melainkan dikarenakan pembacaan satu ayat Firman Tuhan yang tertulis dalam Alkitab yaitu Matius 1231b, “Segala dosa dan fitnah cucu adam akan diampuni, tetapi hujat kepada Roh kudus tidak akan diampuni.” Singkat introduksi setelah perjaka tersebut menjadi insan Kristen terus berperang intern doanya di hadapan Almalik Yesus akan penyakit epilepsi ini, akhirnya penyakit pitam babi ini dijamah maka itu Tuhan Yesus sesudah bergelut 22 tahun lamanya. Kisahnya adalah saat tahun 1996 sang pemuda yang mutakadim berfamili ini mengikuti kebaktian doa pagi secara tetap setiap pagi di gereja tempat ia beribadah, dalam puji-pujian pagi ini bukan lagi ia mendoakan penyakitnya / kejadian-kejadian pribadi tapi ia kian mengfokuskan untuk menzikirkan orang lain seperti kegiatan gereja, negara kembali peladenan dan bilamana itulah sesuai Roma 828 mendatangkan kebaikan bakal dia malah tahun 2000 sesudah keadaan kesembuhan itu TUHAN bingkis dia ke Sekolah Teologi untuk diperlengkapi.3 Belumlah patut sekiranya cerita berikut tidak diikut sertakan, karena kisah ini koneksi dialami oleh keluarga Fred dan Wendy. Mengisahkan putrinya yang bernama Jaime yang menderita keterbelakangan mental sejak lahir dan setakat engkau berusia 19 masa pun belum kunjung sembuh, suatu musim saat ibunya, Wendy, menyatakan dengan lembut pada Jaime putrinya “Ibu sayang kamu” , lalu esoknya ia meninggal dengan antap ketika ia menengah tidur. “4 Berasal ketiga keadaan tersebut, sebagai anak adam yang terbatas saat menghadapi kejadian di atas, seringkali terungkap berpangkal hati yang terdalam, mengapa saya/kami dan tak sira ? Saya kan sosok baik-baik, mengapa lain perampas / penyamun nan rajin keluar/ikut kurungan itu ? Mengapa harus saya ? Namun herannya saat kamu diberkati dengan luar formal, tak perikatan dia bertanya seperti saat beliau mengalami kejadian buruk melainkan dengan egoisnya ia berkata ” sudah seharusnya saya dan keluarga dan tak dia yang diberkati, saya teko orang baik-baik, saya kan sosok yang cinta Tuhan” dan tidak wasilah ada manusia yang mau menerima hal-hal yang buruk, sepatutnya kita bercermin pada Ayub nan bernas mengatakan “Halikuljabbar yang memberi, Allah yang mencekit, terpujilah Sang pencipta.” Ayub 121b. Ayub memberikan ungkapan di atas karena ia memiliki signifikasi nan dimiliki Agustinus juga “bahwa segala sesuatu dipelihara dan diperintah oleh niat Allah yang berdaulat, bijaksana, dan bermaksud baik.”5 Jika apa sesuatu dipelihara dan diperintah oleh kehendak Allah yang berdaulat, bijaksana, dan bermaksud baik, segala apa yang menyebabkan masih banyak umat Kristiani yang mengeluh dan bersungut-sungut seperti umat Israel di padang padang pasir, supaya sudah diberikan manna dan daging puyuh ? 2. MAKNA MEMEMUHI KEPERLUANMU. Ayat ini amat digemari banyak umat Kristiani di banyak tempat “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus” .Fil. 419. Namun banyak umat Kristiani ada yang mengalami juga ada yang tak mengalami ayat tersebut di atas. Bagi yang tak mengalami perlu introspeksi tentunya, terserah atau bukan fragmen yang belum kita bikin kerumahtanggaan hidup ini ? TUHAN selalu menepati taki puas umat-Nya seperti Ia memelihara umat Israel di padang gurun, 40 waktu kasut dan pakaian mereka tak pernah rusak. Ul 295 karena Allah lain sangkut-paut membiarkan dan pergi mereka Ibr 135b malar-malar raja Daud di tahun tuanya berkata “Dahulu aku cukup umur, saat ini sudah lalu menjadi tua, semata-mata tidak pernah kulihat orang bermoral ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-mohon roti” Mazmur 3725.Sepanjang lebih berasal 40 tahun saya menjadi Kristen, saya selalu dipelihara TUHAN dan tak pernah IA tinggalkan saya, adakalanya memang saya merasakan se-akan-akan TUHAN tinggalkan, hingga saya tidak mengalami janji Firman di atas, begitu saya duduk tenang dan introspeksi rupanya ada kesalahan yang sudah saya lakukan, meski saya masih melayani di Gereja namun, sikap saya terhadap Yang mahakuasa suka-suka yang kurang berkenan pada tahun itu. Begitu saya membetulkan sikap yang kurang berkenan tersebut, TUHAN buru-buru buka jalan dan asian-Nya. Saya dibesarkan dalam batih apa adanya, namun berkat dan pemeliharaan Allah selalu mencukupi kebutuhan setiap bulannya, kadangkala Halikuljabbar memberkati saya lewat darah dan kemampuan yang Tuhan karuniakan plong diri saya, ibarat ideal setiap tahun 2 x selalu ada moment masa raya orang Tionghoa, dan saya dimampukan bisa menjual kue tahun raya tersebut dan mencukupi saya melewati kebutuhan sehari-masa saya dan kadang ada pasangan di gereja nan akan menikah tapi tidak mau repot, saya bantu mereka urus Catatan Sipil ijab kabul mereka dan dari danau saya terima biaya pengganti lejar dan ongkos saya sekadarnya dan boleh menerobos hari selama 20 periode setakat saya menyerahkan diri menjadi hamba-Nya secara purna musim. “Setelah selesai dengan ciptaan-Nya nan mula-mula, Tuhan melanjutkan dengan membudidayakan ciptaan-Nya internal dan menerobos proses-proses kehidupan nan dibangun-Nya di internal ciptaan tersebut. Biar proses-proses itu beroperasi seorang, mereka masih bergantung senantiasa puas pemeliharaan Almalik. Pada tingkat ini Tuhan membiarkan hujan turun atas khalayak-individu nan benar maupun yang tidak moralistis. Dalam situasi-hal yang terjadi dengan teratur dan teguh ini pun ada arti teologisnya, karena Sang pencipta bekerja melaluinya lakukan mengirimkan cucu adam-orang kepada pertobatan dan persemakmuran dengan diri-Nya”6 Misal sosok terbatas kadang rekata kita nanang, kalau saya lakukan ini dan itu akan mengagungkan TUHAN tentunya, akhir-akhir ini saya diingatkan akan kisah Gideon, yang cundang musuhnya Midian namun dengan bala 300 anak adam sahaja dapat cundang puluhan ribu orang. Jauh lebih baik mengikuti maunya TUHAN yang tak pernah salah terbit pada segala apa nan kita pikirkan dan banyak salahnya. Sejak di Perjanjian Lama, Ulangan 155-6, Tuhan sudah berpetaruh, dengar-dengaran proporsional Almalik “Asal saja engkau mendengarkan baik-baik suara Sang pencipta, Allahmu, dan melakukan dengan setia segenap perintah yang kusampaikan kepadamu pada waktu ini” “Apabila TUHAN, Allahmu, memberkati kamu, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, maka engkau akan memberi pinjaman kepada banyak bangsa, cuma engkau koteng tidak akan meminta pinjaman; engkau akan menguasai banyak nasion, semata-mata mereka tidak akan menguasai engkau.” AMIN. 1 Bruce Milne, Mengenal Kebenaran, Jakarta, BPK Gunung Mulia, 2000 hlm. 115. 2 Luis Palau, Dimanakah Allah Momen Peristiwa Buruk Terjadi ? Bandung, LLB- 2001, hlm. 131-132. 3 Yusak Timothy, kesaksian, Jakarta, Bulletin GKJMB No. 8, April 2000, hlm. 21,24. 4 Luis Palau, “Dimanakah Allah ketika peritiwa buruk terjadi,” Bandung, Tulangtulangan Literatur Baptis, 1999, hlm. 55 5 Louis Berkhof, Doktrin ALLAH, Jakarta, Bagan Reformed Injili Indonesia, 1993, hlm. 312 6 William Dyrness, Tema-tema intern Teologi Perjanjian Lama Malang, Yayasan Penerbit Gandum Mas – 2001, hlm. 58-59.
20 cara tuhan memelihara kita